Hello, I am MAJALAH.KOMUNITAS
See my profile


November 2009

SMTWTFS
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30

Tag

Latest comments

Latest posts

Syndicate content

Add to My Dada

Add to My Dada

Share your contents

De.licio.us
Archive November 2009

WUKUF DI PADANG ARAFAH

by MAJALAH.KOMUNITAS (11/26/2009 - 05:47)


KELUARGA BESAR MAJALAH KOMUNITAS

MENGUCAPKAN

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA
10 DZULHIJJAH 1430 H


WUKUF adalah kegiatan utama dalam ibadah haji.

Bahkan, inti ibadah haji adalah wukuf di Padang Arafah.

Bila dalam rangkaian kegiatan haji jamaah tid... (Continue)

SUKSES ITU UNIVERSAL

by MAJALAH.KOMUNITAS (11/20/2009 - 03:29)



Oleh : Dr.Agus Sutiyono,MM.CHt.CH

Human Capital Development Expert-Hipnotherapis

Mind Programming Specialist-Motivator

 

Pada awal tulisan ini saya sampaikan judul “Sukses itu Universal” merupakan pilihan sulit, karena begitu inginnya saya menyampaikan kepada semua yang membaca tulisan ini bahwa sukses itu diawali dari kehendak. Kehendak inilah yang memberi energi luar biasa untuk mewujudkannya. Allah SWT menciptakan manusia ke alam ini adalah demi terjaganya kelestarian dan konsistensi alam dan isinya. Maka dari itu, tidak akan habis isi alam semesta ini untuk kemaslahatan umat manusia dan semua isi alam selama prinsip keseimbangan dapat terjaga dengan baik. Allah SWT mengatakan “Carilah duniamu seolah-olah kau akan hidup selamanya dan beribadahlah kau seolah-olah akan mati besok,” pesan yang sangat jelas bagaimana Allah menitipkan keseimbangan ini kepada manusia. Keluarga merupakan tempat awal membangun referensi sukses dalam kehidupan. Konsep bahwa kata-kata adalah doa member makna mendalam dalam pembentukan pemrograman sukses untuk putra-putri kita dalam perkembangan awal dirumah.

Otak manusia akan bereaksi atas apapun yang kita ucapkan, otak akan merespon langsung atas segala ucapan dan member reaksi segera dengan membentuk pola tindakan. Jika dirumah yang sering di dengar, dilihat dan dirasakan maka apapun itu akan membentuk anak-anak dalam masa pertumbuhan awal. Jika yang didapat adalah hal-hal negative maka itu pulalah yang akan membentuk pola prilaku dan kepribadiannya kelak. Jadi hati-hati atas segala ucapan, kelakuan, dan pikiran karena itu akan tertanam dalam memori dan membentuk pola kerja otak dalam pertumbuhan.

Dalam rangka menjaga kesejahteraan umat manusia Allah SWT telah membuat pagar universal, artinya pagar ini sudah ada sejak awal penciptaan manusia untuk menjaga manusia terus meningkatkan kualitas keimanannya. Karena dengan kualitas keimanan yang terus berkembang maka niscaya akan sampai pada pengenalan kepada Allah. Pengenalan kepada Allah ini dimulai dengan bagaimana manusia mengenal dirinya. “Barang siapa mengenali dirinya, maka dia akan mengenal Aku,” statement Allah yang begitu jelas, kenapa banyak diantara kita banyak yang mendustainya, sehingga begitu banyak yang mencari cinta kasih, kebahagiaan dan berkelimpahan diluar diri kita sehingga kita tidak pernah berjumpa dengan makna kebahagiaan sebenarnya karena sebenernya kebahagiaan itu bersemayam dalam setiap diri kita.

Zaman sekarang ini begitu banyak orang yang mengetahui ayat dan ilmu agama, tetapi sangat miskin dalam mengimplementasikannya. Jadi jelas benar peringatan Nabi Muhammad SAW bahwa sampaikanlah walau hanya satu ayat. Begitu pentingnya pengetahuan dalam kehidupan kita. Jadi memahami ayat bukan hanya sekedar tahu dan menyampaikan tetapi bagaimana pengetahuan akan setiap ayat itu dapat dilakukan dan dilaksanakan dalam setiap hembusan nafas yang kita lakukan. Rambu-rambu universal tersebut meliputi :

1.      Kalau kau percaya kepada-KU, percaya saja tidak usaha mikir-mikir tak usah bertanya-tanya kamu AKU urus. Pernyataan bahwa memahami dan mencintai ALLAH SWT secara kaffah adalah wajib. Bagaimana mengenali ALLAH SWT ini secara benar, sesuatu yang begitu sederhana dan mudah. Bukankah setiap hembusan nafas kita adalah sebuah pengetahuan luar biasa untuk memahami kebesaran Allah? Setiap saat kita selalu bernafas dan setiap oksigen yang kita hirup menggerakkan seluruh fungsi tubuh kita. Oksigen mengalir disetiap aliran darah yang membawa energi luar biasa yang dapat menggerakkan jantung, paru seluruh sel-sel tubuh kita dan memberi kehidupan yang begitu indah. Setiap terbangun pagi hari kita menikmati sajian alam semesta yang maha dahsyat. Jutaan warna ditangkan oleh indera penglihatan kita sehingga kita dapat menyaksikan betapa indah dan megahnya Allah menciptakan alam ini. Pagi hari kita dapat menikmati kicauan burung indahnya akan berenang serta megahnya berbagai tanamanan disekitar kita, bukankah ini sudah lebih dari cukup untuk mengenal Allah? Karena apa yang kita lihat, dengar dan rasakan adalah bentuk kebesaran Allah, bukankah semua keindahan itu ada yang menjadikan ? Allah Maha Besar.

2.      Mengapa ini tidak menjadikan kita menyadari betapa dahsyat keberadaan kita di Dunia ini sehingga sukses menjadi sesuatu yang seharusnya tidak sulit didapatkan, karena Allah telah menyediakan semua yang kita butuhkan untuk mendapatkan kehidupan yang luar biasa sehingga kita dapat memberi manfaat bagi diri, keluarga, masyarakat dan alam semesta.

Bagaimana kita memahami ayat ini sebagai petunjuk Allah bahwa yang perlu kita lakukan hanyalah menjalani semua perintah Allah lalu setelah tinggal kita menikmati hasil dari kita menjalani perintah Allah itu. Bagaimana menjalani perintah ini, tentu saja dengan prinsip-prinsip yang berorientasi kepada sisi-sisi kemanusiaan itu, apa saja prinsip itu :

a.       Prinsip mengasihi, bagaimana rasanya kalau kita dikasihi diperlakukan lemah lembut dan penuh perhatian ? Apabila kita merasa nyaman dengan perlakukan ini tentu saja manusia dan juga isi alam semesta akan merasakan hal yang sama, jadi mulailah niatkan pada saat ini untuk membersihkan hati dan pikiran untuk memulai mengasihi sesame dan isi alam semesta untuk kita mendapatkan hal yang sama dalam kehidupan kita. Betapa nyaman dan damainya apabila dalam hidup inji diliputi kasih antar sesame, implikasi dari ini alam semesta akan bertabur kasih, tidak ada kebencian dan iri hati. Tidak ada lagi kejahatan merajalela, tidak adalagi mahkluk yang kelaparan, tidak adalagi penderitaan, karena satu sama lain memiliki ikatan yang sangat kuat untuk saling mengasihi.Kasih akan membawa damai dalam kehdiupan uamt manusia.,

b.      Prinsip Memberi, dalam member ada menerima. Jadi apa yang kita berikan akan menjadi medan magnet untuk pencapaian apa yang kita inginkan dalam kehidupan ini. Jangan pernah takut member karena kita tidak akan pernah jatuh miskin karena kita member sebagian dari apa yang kita miliki kepada orang lain. Apa yang kita berikan kepada orang lain memancarkan fibrasi energy yang luar biasa, rasa syukur dan doa mereka yang mendapatkan pemberian kita akan membuka pintu-pintu sukses dalam kehidupan kita. Jadi bayangkan apa yang kita berikan akan kembali dalam jumlah yang tak terhingga. Apa yang kita beri, ada rumusan dasar yang dapat dijadikan guidance dalam member, Kalau and memiliki kekuasaan maka memberilah sesuai dengan kekuasaan yang kita miliki, Kalau kita memiliki harta kekayaan berilah yang sesuai kepada masyarakat sesuai dengan seberapa besar harta yang kita miliki, kalau kita tidak memiliki kekuasaan dan kekayaan, maka memberilah sesuai dengan kemampuan yang kita punyai, kalau ketiga-tiganya kita tidak miliki maka memberilah dengan member doa bagi sesame kita. Jadi begitu banyak jalan yang dapat kita lakukan untuk dapat member manfaat bagi umat manusia dan alam semesta.

Sekarang mulailah dengan hal sederhana, coba periksa isi lemari kita ada berapa banyak baju, kemeja dan benda-benda lain yang sudah kita tidak gunakan atau jarang kita gunakan, keluarkan dan mulailah berbagai untuk sesama. Rasakan fibrasi energinya dan kita muali menjadi medan magnet untuk kesejahteraan. Mulailan mencari barang-barang yang untuk kita sudah tidak cukup berarti dan mulailah untuk memberi dan kita akan dapat merasakan betapa luar biasa kebahagiaan yang kita peroleh dari apa yang telah kita lakukan untuk orang lain.

 

Benda-benda yang sudah tidak cukup berarti bagi kita ternyata memberi manfaat luar biasa bagi sesama, sekali lagi rasakan fibrasi dan kebahagiaan yang kita peroleh dari benda-benda yang sudah tidak cukup bermakna tetapi bagi orang lain itu merupakan benda-benda yang istimewa.  Luar biasa…Allah Maha Besar.

c.       Prinsip Saling Mengingatkan, salah satu sifat manusia adalah lupa, sebagai bagian dari manusia lain yang saling mengasihi maka menjadi kewajiban bagi kita untuk saling mengingatkan dalam kebenaran.Tidak ada sukses tunggal, sukses selalu berpasangan seperti Allah menciptakan siang dan malam. Kondisi ini menjadikan kita selalu menjaga diri kita untuk tidak menyakiti sesama dan alam semesta. Kita tidak akan pernah tau kapan kita membutuhkan orang-orang disekitar kita sehingga tidak ada alasan untuk membenci dan menyakiti.

Prinsip ini akan menjadikan setiap perkataan dan perbuatan yang kita lakukan tidaklah sia-sia karena kata dan perbuatan kita adalah dakwah bagi sesama.

3.      Kalau ingin sesuatu minta kepada-ku, pasti aku beri, rambu kedua yang diberikan Allah sebagai konsekwensi logis dari rambu yang pertaman yaitu,”Kalau kau percaya kepada-ku, percaya saja tidak usah mikir-mikir, tidak usah tanya-tanya, kamu aku urus. Jadi kalau sudah percaya ya jadikanlah Allah sebagai satu-satunya tempat untuk meminta dan dalam meminta Allah telah memberi garansi, kalau kita minta pasti diberi. Banyak diantara kita merasa sudah seringkali minta tetapi belum juga diberi, kalau ini terjadi pasti juga bukan salah Allah, lalu bagaimana agar doa kita dikabulkan Allah. Caranya sebenarnya sudah kita praktekkan setiap saat kalau kita minta kepada orang tua, apa yang kita lakukan. Sekarang lakukan strategi meminta kepada Allah seperti kita meminta sesuatu kepada orang tua, caranya :

a.       Masukan emosi dalam doa/permintaan kita. Emosinya harus linear dengan doa/permintaan kita, emosi ini berenergi dan memancarkan fibrasi yang dapat mendorong percepatan permohonan kita kepada Allah. Karena dalam setiap doa yang kita sampaikan doa ini harus melalui perjalanan kosmis untuk sampai kepada Allah, dengan emosi yang linear artinya apa yang kita mohonkan/ucapkan itu sesuai dengan perasaan/kebutuhan yang kita miliki, dengan emosi yang kuat akan menjadi daya dorong yang kuat untuk doa kita sampai kepada Allah. Kalau selama ini kita mendoa tetapi belum terkabul barangkali emosi yang kita berikan sebagai bahan bakar yang mendorong pencapaian doa kita tidak cukup memadai, sehingga doa kita kehabisan energy sehingga sudah kehabisan bahan kakar sebelum sampai kepada Allah.

b.      Yang kedua hukum doa adalah detil, dalam berdoa harus detil/jelas sehingga langsung sampai pada target doa yang kita inginkan. Katika saya ingin memiliki monbil, maka doa yang saya lakukan adalah ,”Ya Allah aku yakin keinginan ini akan Engkau kabulkan, aku senang sekali pada bulan Januari 2008 memiliki mobil Volvo 960 warna hital, ban radial, audio sony, ya Allah ijinkan lah ini terjadi. Dengan rasa syukur dan keyakinan penuh terjadilah….lalu saya menvisualisasikan saya telah menaiki mobil itu bersama anak dan istri saya dengan rasa suka cita, seolah-olah saya telah memiliki mobil itu. Hasilnya luar biasa. Koneksitas antara emosi dan kejelasan akan apa yang saya inginkan menhasilkan penciptaan yang luar biasa,

c.       Hukum yang ketiga pernyataan waktu, kita harus memiliki termin pencapaian yang jelas, kapan keinginan itu tercapai. Rasakan efek mental yang kita rasakan ketika kita berdoa dengan term conditions yang sudah kita tentukan, kita akan lebih semangat antusia dan bergairah, karena kita telah tentukan kapan itu akan tercapai. Ini akan memberi gairah dan semangat bagi perwujudan doa kita, karena tanpa kita sadari akan berdatangan peluang dsan tawaran-tawaran yang dating kepada kita untuk mewujudkan apa yang kita inginkan. Saya seringkali menyebut ini sebuah keajaiban,tiba-tiba banyak sekali tawaran-tawaran pekerjaan yang tidak kita duga berdatangan kita keinginan kita pancarkan.

 

d.      Hukum yang keempat adalah lakukan terus menerus jangan berhenti, ini menunjukkan batapa konsistensinya kita dalam meminta, ini juga menunjukkan betapa serius dan sungguh-sungguhnya kita meminta. Jadi lakukan terus-menerus dan jangan berhenti supaya doa kita selalu cukup punya energy yang memadai untuk sampai kehadirat Allah.

4.      “Aku tidak akan pernah mencoba umat-KU diluar batas kemampuannya, ayat ini untuk terus menjaga umat manusia tidak frustasi. Kalau sudah mendoa sedemikian rupa, berusaha sedemikian rupa dan juga belum mendapatkan hasil, jangan pernah frustasi karena Allah menjamin kita pasti mampu memikulnya. Ini diperkuat dengan statement Allah yang mengatakan ,”Kalau aku ingin meningkatkan kualitas umat, maka dia AKU coba, untuk menyiapkan mental dan membersihkan dosa. Jadi begitu jelas bahwa kasih Allah tidak kenal batas, untuk sukses mendapatkan apa yang kita inginkan selalu ada campur tangan Allah dalam mempersiapkan semuanya.

Sungguh kebesaran tanpa batas, Allah mempersiapkan infrastruktur yang sangat lengkap dalam penciptaan manusia di alam semesta. Jadi jangalah pernah meragukan kebesaran Allah yang setiap saat setiap waktu menjadikan seluruh alam semesta bekerja memenuhi kebutuhan kita umat manusia yang diciptakan Tuhan sebagai khalifah dimuka bumi ini.

5.      “Tidak KU-ciptakan isi alam semesta ini semata-mata untuk kebaikan umat manusia, ini menegaskan kenapa tidak frustasi tidak boleh, karena semua telah disediakan, kalau belum menemukan maka kita harus terus mencari dan menggali dengan memaksimalkan kemampuan berpikir kiat.”Kalau saja manusia mau berpikir maka akan terungkap begitu banyak rahasia yang AKU miliki. Pernyataan Allah betapa dahsyat kekuatan berpikir untuk menjadi isntrumen mewujudkan keinginan kita dalam kehidupan. Dalam pikiran manusia dianegerahi 1.5 juta megawatt daya linstrik yang memancarkan energy kealam semesta dan terakumulasi dialam semesta dan bekerja mewujudkan apa yang kiat inginkan dalam hidup ini.

Kalau saja manusia mau berfikir maka akan terbuka begitu banyak rahasia yang Aku miliki” makna silahturahmi harus dipahami secara mendalam jadi bukan hanya bertemu, salaman lalu pergi. makna silaturahmi adalah membangun hubungan yang baik dan saling mengisi kekurangan masing-masing. disetiap kepala ada ilmu pengetahuan, keterampilan, keahlian yang dapat diakses dalam silaturahmi, sehingga dalam silaturahmi tercantum makna saling memberdayakan antara satu manusia dengan manusia lainnya, dari sini maka akan muncul peluang-peluang untuk mengembangkan dan memadukan keahlian menjadi usaha yang saling menguntungkan. Hal ini penting karena tidak ada manusia yang sempurna, sehingga menjadi sebuah kebutuhan untuk berkoloni bersama-sama menjadikan ilmu dan keahlian sesuatu yang kongkrit dalam kehidupan nyata menuju sukses dan bahagia’

Jadi mulailah berpikir sejak terbangun dari tidur, buatlah agenda yang bjelas tentang pencapai-pencapaian yang ingin kita wujudkan dalam hidup kita, karena kita adalah apa yang ada dalam isi kepala kita, kita adalah apa yang kita pikirkan.

6.      “Barang siapa ingin diperpanjang usia dan diperbanyak rezeki perbanyaklah silahturahmi,” ini adalah perwujduan betapa sukses itu tidak sendirian, selalu ada pihak lain yang membangun kesuksesan yang kita capai. Guru tidak akan dipanggil guru kalau tidak ada muridnya, Kita ngaku-ngaku orang tua, tetapi kalau engak punya anak bagaimana, jadi sukses adalah kolaborasi alam semesta, untuk saling mengisi. Yang pintar membantu yang kurang pintar, yang kaya membantu yang miskin, dan inilah yang menjadikan yang kaya terasa lebih bermakna karena dapat bermanfaat bagi orang lain, begitu juga yang pintar merasa lebih berharga karena dapat membantu teman-temannya yang kurang menjadi lebih pintar dan bermakna bagi dirinya, lebih percaya diri dan bahagia.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkin silahturahmi dapat dijalin dengan lebih mudah, karena kita bisa menggunakan sms dan pada saat yang sama kita bias menyalami temen dan sahabat, saudara dan siapapun untuk membangun hubungan yang lebih baik.

7.      Bersyukur…barang siapa mensukuri nikmat yang KU berikan niscaya akan aku tambah nikmat itu, ini membuktikan bahwa tidak pernah sia-sia apa yang kita lakukan di dunia ini. Allah akan melihat kebaikan kita walaupun sebesar biji saga. Mensykuri karunia dengan memperhatikan karunia luar biasa yang kira rasakan dan nikmati setiap saat dan setiap waktu. Allah mengatakan,”Kesenangan dan kesusahan semata-mata cobaan dariku” ini menkitakan bahwa Allah selalu mempersiapkan umatnya untuk menanpaki setiap tangga kehidupan. Bagaimana kita menerima ini apakah kita bersyukur ketika sedang di coba dengan kesusahan ? Ini sangat berat karena kita sudah sangat terbiasa bahwa ketika sedang menderita seolah-olah tidak adil, apalagi ketika diterpa cobaan yang tidak henti-henti. Saya teringat akan kisah Si Kabayan. Pada sebuah perjalanan Kabayan bersama mertuanya, Kabayan melihat kejanggalan yang dilakukan oleh mertuanya. Pada saat jalan menanjak mertua kabayan Nampak bergembira sementara Kabayan merasa wah ini bakal menderita karena tanjakan yang tinggi pasti akan menguras tenaganya, sebaliknya ketika menenmukan jalan menurun, sang mertua Nampak begitu sedih sementara Kabayan suka cita mendapati jalan yang menurun yang artinya dia akan mendapat kemudahan dan menjalani ini dengan suka cita karena dapat dengan mudah melalui jalan ini. Selama perjalanan Kabayan terus bertanya-tanya didalam hati, kenapa mertuaku ini jangan-jangan sudah eror.

Tak lama setelah sampai rumah untuk menutupi rasa penasarannya Kabayan memberanikan diri bertanya kepada mertunya,”Hai Bapakku apa yang sebenarnya terjadi, kenapa didalam perjalanan tadi kalau menemukan tanjakan Bapak gembira ria sementara kalau menenmukan jalan yang menurun Bapak begitu sedih ? Bapak mertua kabayan menjawab,”Hai, kabayan tahukah kamu mengapa aku melakukan itu, karena aku menyadari bahwa akhir dari sebuah jaln yang menanjak aku pasti akan menemukan turunan, bukankah itu menyenangkan sehingga setiap tanjakan yang kita lalui aku jalani dengan suka cita, begitu juga sebaliknya ketika jalan mulai menurun aku pasti akan mendapatkan jalan yang menanjak sehingga setiap ketika kita menemukan turunan aku bersedih karena setelah kegembiraan ini aku pasti menemukan tanjakan.” Kabayan termenung mendengar jawaban sang mertua dan dia menyadari bahwa seperti itulah hendaknya kita menyikapi cobaan yang diberikan Allah kepada kita.

Jika pikiran kita sudah akrab dengan sesuatu, maka pikiran kita akan mengaktifkan apa yang disebut dengan RAS (Reticular Activating System) yang berada pada otak bawah sadar kita. RAS ini berkerja seperti magnet dan saringan, yaitu menarik dan menyaring hanya informasi yang berkaitan dengan sesuatu yang akrab dengan pikiran kita.

Jika kita mensyukuri suatu nikmat, maka pikiran kita akan menarik dan menyaring berbagai informasi yang berhubungan dengan nikmat tersebut. Dengan demikian pikiran Anda akan dipenuhi ide-ide untuk menambah nikmat tersebut, sementara pikiran Anda sudah dalam pola terbuka atau menerima. Jadi sudah kita ketahui bahwa baik secara keimanan maupun secara ilmiah, jika kita bersyukur insya Allah, Allah akan menambah nikmat kita.

Marilah kita mensyukuri nikmat yang telah kita miliki. Cara mensyukuri nikmat bisa dengan cara mengucapkan Alhamdulillah, beribadah dengan lebih baik, dan memanfaatkan nikmat yang telah Allah berikan sebaik mungkin. Berikut adalah tip-tip untuk membentuk pola pikir menerima dan pikiran kita akrab dengan nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita.

ARTIS ULANG TAHUN : AYU AZHARI (SITI KHADIJAH AZHARI (19 NOPEMBER 1969)

by MAJALAH.KOMUNITAS (11/17/2009 - 08:42)



Siti Khadijah Azhari
, populer dengan nama Ayu Azhari adalah seorang bintang model dan aktris film. Perempuan keturunan Pakistan ini, memiliki delapan saudara, di antaranya Sarah Azhari (model dan aktris), Ibra Azhari dan Rahma Azhari (Model)... (Continue)

Angkat Dong, Kami PNS

by MAJALAH.KOMUNITAS (11/14/2009 - 04:35)



Sesuai dengan amanat PP 48/2005 dan PP 43/2007 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi CPNS selesai tahun 2009 ******** Penjelasan PP 43/2007, Pasal 6 Ayat (2) Tenaga honorer yang bekerja pada instansi pemerintah dan p... (Continue)

SEMINAR MEREVISI UU 32 TAHUN 2004, MENATA KEMBALI HUBUNGAN KEWENANGAN PUSAT DAN DAERAH

by MAJALAH.KOMUNITAS (11/12/2009 - 05:08)



Apa yang coba dilakukan dalam revisi UU 32 Tahun 2004 ?


1. Mengubah pendekatan dalam memahami masalah personel dari perseorangan menjadi profesi dengan mengenalkan konsep aparatur

2. Mendorong pengembangan position-based management, rekrutmen berb... (Continue)

Archive November 2009