GURU SD MAIN FILM BARENG JULIA ROBERTS

"Senang dan bangga", itulah kalimat yang terucap dari Made Rediana (39 tahun) seorang guru sekolah dasar (SD) di Bali yang dinyatakan lolos seleksi peran figuran oleh tim audisi film 'Eat, Pray, Love' yang dibintangi Julia Roberts.
"Senang tentunya, walaupun peran penghibur dan bangga bisa bermain bersama artis luar negeri (Julia Roberts)," kata Rediana, usai syuting perdana di pantai Padang-padang, Bali, Kamis 23 Oktober 2009.
Bagi Rediana ini pengalaman pertama terjun ke dunia akting. Apalagi perannya tidak mudah, sebagai seorang nelayan yang selama ini tidak pernah digelutinya. "Lumayan berat, sehari-hari saya seorang guru, dan dalam film ini saya sebagai nelayan. Tentu harus banyak belajar," ujarnya.
Namun karena tidak ingin mensia-siakan kesempatan emas ini, bagi Rediana adalah tantangan. Bukan karena jumlah bayaran yang akan diterima, tetapi pengalamannya.
Memang, dalam memerankan film ini, Rediana tidak sendiri, dia ditemani sejumlah orang berkelompok terdiri dari tukang pijat, pedagang asongan, dan rumput laut. Tetapi kebetulan Rediana mendapat peran yang berdialog. "Dari semua yang terlibat, saya ada dialognya,"
Peran yang dilakukan Rediana gampang-gampang susah. Bahkan, dia diminta untuk memegangi jukung (perahu nelayan) dengan berendam di laut supaya posisi jukung tidak lari kemana-mana.
"Sebenarnya ini bisa saja saya lakukan dengan memasang jangkar, namun khawatir kurang kuat sehingga ketika ada ombak datang posisi jukung berubah dan bisa terbawa arus," tuturnya.
Dia juga menyinggung suaranya yang setengah hilang akibat berendam di laut sejak pukul 19.00-23.30 malam. Namun itu tidak secara terus menerus dilakukan karena setiap 20 menit istirahat.
"Bisa dibayangkan kalau malam hari dalam keadaan badan basah kemudian diminta naik ke pantai. Setelah badan sudah setengah kering disuruh ambil adegan lagi," kenang Rediana yang mengaku diminta sampai empat hari untuk berperan sebagai figuran.
Disinggung soal besaran kompensasi yang diterima, Rediana menolak merinci dengan alasan tipa orang berbeda jadi takut menimbulkan persepsi yang beda.
"Bukan besar kecil bayaran, yang penting pengalaman dan bangga menjadi orang Bali yang memerankan film Hollywood, sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia, khususnya Bali," ucapnya bangga. (vivanews)
Rate this post





Latest comments
@*dtcomment*@@*titolopost*@
@*nome*@