Guru Honor Meledak Jadi 580.000 Dalam 3 Tahun

"Kepala sekolah maunya gampang , dia merekrut banyak guru kalau ada guru yang malas."
Direktur Profesi Pendidikan Departemen Pendidikan Nasional Ahmad Dasuki menyesalkan sekolah-sekolah yang terlalu gampang menarik guru honor. Buntutnya, sepanjang 2006 sampai 2009 terjadi ledakan guru honor sebanyak 580.000 orang.
"Menurut catatat 2006-2009, jumlah guru honorer meningkat. Kepala sekolah maunya gampang , dia merekrut banyak guru jika merasa ada guru yang tidak memenuhi kualifikasi," kata Dasuki dalam diskusi di Lemhanas, Jakarta, Kamis 29 Oktober 2009.
Kalau ada guru yang dirasakan malas, katanya, serta merta kepala sekolah menggantinya dengan guru honor. Kadang kala penarikan guru honor tidak berdasarkan perhitungan matang. "Padahal kebutuhan guru ada hubungannya dengan rombongan pelajar," kata dia.
Seharusnya sebelum menarik guru honor diperhitungkan antara rombongan pelajar dengan beban kurikulum per minggu, kemudian dibagi 24 hari.
Jika hitungan itu dilakukan, kata dia, maka nantinya penarikan guru honor atau baru akan mengikuti kebutuhan guru di sekolah. "Kalau nggak benar-benar dihitung akan kelebihan," cetusnya.
Dasuki meyontohkan SMA 48 Jakarta yang kelebihan guru hingga 19 orang, SMA 38 Jakarta kelebihan 22 orang dan SMP 1 Medan kelebihan guru sampai 25 orang. (vivanews)
Rate this post





Latest comments
@*dtcomment*@@*titolopost*@
@*nome*@